Review Buku

Perjuangan Memperjuangkan Hidup di Musim Dingin

Judul Buku : Musim Dingin yang Panjang

Penulis : Laura Ingalls Wilder

Penerjemah : Djokolelono

Penerbit : PT. BPK Gunung Mulia

Tahun Terbit : 2006, Cetakan ke 8

Tebal : 356 halaman

Pa Ingalls bekerja keras musim ini sebagai persiapan menghadapi musim dingin. Membuat jerami selama masih bisa membuatnya, menumpuk makanan ternak dan bahan makanan selama masih bisa. Laura, anak yang baik, berusaha keras untuk membantu Pa dan Ma Ingalls. Sampai suatu siang, saat Pa Ingalls berbelanja ke kota, ada seorang Indian yang memperingatkan akan tibanya musim dingin yang sangat panjang.

Orang Indian terkenal dengan ketajaman instingnya dan keahliannya dalam mempelajari tanda-tanda alam. Pa mempercayai sang Indian dan bekerja semakin keras. Laura terus membantu semampunya. Lalu pada saatnya, Pa membawa Ma dan anak-anaknya pindah ke rumah mereka di kota untuk menghadapi musim dingin di tempat yang lebih baik. Selama tinggal di kota, Laura dan adiknya dapat belajar di sekolah. Sementara kakak Laura yang buta dapat belajar di rumah sambil tetap membantu Ma di rumah.

Ternyata musim dingin saat itu memang sangat panjang. Badai salju berkali-kali datang dan pergi tanpa rasa bersalah. Jalan kereta api, alat transportasi jarak jauh tercanggih saat itu selain kapal, tertimbun longsoran salju. Demikian pula terowongan dan lembah-lembah yang harus dilewati oleh kereta api. Padahal bahan-bahan makanan di kota itu harus dikirim dari kota lain menggunakan kereta api. Masyarakat bahu membahu membersihkan jalur kereta api.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Musim dingin kali ini memang sangat-sangat panjang. Badai salju tak henti-hentinya menerjang. Rumah keluarga Laura pun telah tertimbun salju hingga menutupi jendela rumah. Laura dapat melihat kaki kuda yang menarik kereta tepat di hadapan matanya melalui jendela. Jalur kereta api juga semakin parah tertimbun salju. Ketika masyarakat belum selesai menggali timbunan salju, badai datang lagi dan menimbun kembali jalur kereta api. Petugas jawatan kereta api pun telah mengerahkan segala cara untuk membersihkan jalur kereta api agar pasokan makanan dapat dikirimkan tepat waktu. Akan tetapi, usaha tinggallah usaha. Jalur kereta api tetap tidak dapat dilalui. Persediaan makanan di kota pun mulai menipis dan makin lama pun habis. Banyak penduduk kota yang kelaparan. Keluarga Ingalls yang telah sangat mengirit bahan makanan pun mulai kehabisan makanan dan juga minyak.

Bagaimana keluarga Ingalls dan penduduk kota melewati musim dingin yang panjang ini? Musim yang tak dapat mereka perkirakan bergantinya. Musim yang sangat dahsyat yang berulang setiap kali berulang 6 musim dingin. Musim yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Tak seru rasanya jika saya menceritakan semua usaha keluarga Ingalls dan penduduk kota untuk melalui musim dingin yang panjang. Yang jelas, kisah mereka benar-benar dahsyat dan mendebarkan. Temukan jawabannya di buku ini.

Buku ini merupakan salah satu judul dari Seri Rumah Kecil (Little House) yang ditulis oleh Laura Ingalls Wilder. Laura yang lahir pada tahun 1876 merupakan generasi keempat dari generasi pionir, yaitu generasi pendatang yang pertama-tama tinggal di Amerika. Saat Laura telah dewasa, ia menyadari bahwa generasi pionir akan segera berakhir. Oleh karena itu, ia menuliskan kisah-kisahnya semasa kanak-kanak agar kita yang hidup di zaman sekarang dapat menikmati pengalaman para pionir di masa lalu.

Disertai dengan ilustrasi yang dilukis oleh Garth William, imajinasi kita akan masa di mana Laura hidup akan semakin kuat. Bagaimana tidak, William tak main-main dalam melukiskannya. Ia telah melakukan riset terlebih dahulu selama 10 tahun untuk mengikuti jejak keluarga Ingalls dari tahun 1870-1889. Dari hasil risetnya, terciptalah lukisan-lukisannya tentang kisah-kisah Laura Ingalls Wilder.

Musim Dingin yang Panjang merupakan judul keenam dari Seri Rumah Kecil. Buku lengkap dari Seri Rumah Kecil adalah sebagai berikut:
1. Rumah Kecil di Rimba Besar
2. Rumah Kecil di Padang Rumput
3. Anak Tani
4. Di Tepi Sungai Plum
5. Di Pantai Danau Perak
6. Musim Dingin yang Panjang
7. Kota Kecil di Padang Rumput
8. Tahun-Tahun Bahagia
9. Empat Tahun Pertama
10. Dalam Perjalanan Pulang
11. Surat dari Jauh

Beberapa di antaranya saya miliki sebagai koleksi pribadi (2,4,6), ada yang saya pinjam dari perpustakaan sekolah (3), ada juga yang belum saya baca. Ingin rasanya mengoleksi buku-buku tersebut secara lengkap untuk dapat kita ambil pelajaran dalam usaha mempertahankan hidup sambil tetap memperhatikan pendidikan yang terbaik. Saya juga tidak pernah bosan jika harus membaca ulang seri tersebut dari koleksi yang saya miliki. Menurut saya, buku ini sangat layak untuk dibaca. Hanya saja, sebagai seorang muslim, kita harus dapat membedakan mana yang dapat kita tiru dan mana yang tidak. Hal ini disebabkan ada kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh keluarga Ingalls terkait dengan aqidah mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s