Review Buku

Menyusuri Kenangan Lama bersama STOP

rahasia vila kunoJudul Buku: STOP: Rahasia Vila Kuno

Penulis: Stefan Wolf

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman: 223

Serial STOP termasuk bacaan-bacaan awal saya sejak menemukan nikmatnya membaca buku. Jadi, rasanya tidak berlebihan kalau saya memilih serial ini sebagai bacaan nostalgia saya. Terlebih untuk seri berjudul Rahasia Vila Kuno, yang merupakan judul pertama yang saya baca dari serial ini, Saya membacanya pertama kali saat masih duduk di kelas 4 SD.

STOP merupakan inisial nama empat sekawan, yaitu Sporty, Thomas, Oskar, dan Petra. Dalam kesehariannya, seringkali mereka terjerumus dalam suatu petualangan yabg melibatkan para buronan polisi. Jiwa petualang mereka, khusunya Sporty, menantang mereka untuk mencoba menuntaskan kasus dulu sebelum melapor ke polisi. Demikian pula yang terjadi pada seri ini.

Awalnya, mereka hanya ingin menyelidiki siapakah orang yang membobol dinding vila kosong milik keluarga Thomas. Apa yang dicari di dinding vila kosong? Rasa penasaran mereka ternyata membawa mereka ke petualangan-petualangan seru yang melibatkan penjahat-penjahat yang sudah lama dicari polisi.

Jika membaca novel-novel detektif remaja seperti ini, seringkali saya berpikir… apa mungkin ya petualangan-petualangam itu benar-benar terjadi di dunia nyata? Apa mungkin sekelompok anak muda berjiwa petualang dan pemberani bisa mengusut kasus mengalahkan pihak kepolisian? Setelah saya pikir-pikir, hal itu memang mungkin asalkan anak-anak itu memang bernyali, pemberani, serta punya kemampuan seperti tokoh-tokoh detektif remaja itu. Bagaimana bisa mereka mengalahkan pihak kepolisian kriminal yang telah dididik untuk menangani kasus-kasus kriminalitas?

Menurut saya, pertama,  kemungkinan pihak kepolisian bisa gagal karena urusan birokrasi sebelum mengusut suatu kasus. Kadang mereka terbentur pada alasan prioritas penanganan ataupun izin resmi. Akibatnya, kasus-kasus kecil seringkali diabaikan. Padahal kalau di novel-novel detektif remaja, kebanyakan petualangan mereka berawal dari kasus kecil yang ternyata membawa mereka pada kunci penyeleaaian kasus besar yang tidak mereka sangka sebelumnya.

Kedua, pihak kepolisian bisa saja gagal karena orang-orang kepolisian tentunya adalah orang-orang dewasa. Para penjahat pasti akan jauh lebih waspada menghadapi orang-orang dewasa di sekitar mereka daripada ketika menghadapi anak-anak.

OK, mungkin saya sotoy ya untuk masalah itu… tapi bagaimanapun, ternyata di mana-mana kebanyakan orang dewasa meragukan kemampuan anak-anak. Oleh karenanya, petugas kepolisian dalam novelpun sering mengernyitkan dahi ketika sekelompok anak melaporkan peringkusan penjahat. Di sini terlihat pentingnya menjalin hubungan baik dengan profesional yang dapat menguatkan kekuatan pendapat. Kalau penulis dan ilmuwan, mereka punya yang namanya referensi ilmiah. Kalau pemburu beasiswa, mereka punya rekomendasi dari profesor. Sementara pada kasus novel-novel detektif remaja, mereka punya kenalan orang-orang terpandang di pihak berwajib. Dalam kasus STOP, mereka bisa mengandalkan Komisaris Glockner yang juga ayah dari Petra. Komisaris Glockner mengenal setiap anggota STOP dan mempercayai setiap ucapan mereka. Pada serial detektif remaja lainnya, koneksi seperti ini juga cukup penting. Sebut saja Chief Reynolds (plus Alfred Hitchcock) dan Trio Detektif, Inspektur Megure dengan Shinichi Kudo (atau Profesor Agasa dengan Conan?), Inspektur Jenks dengan Pasukan Mau Tahu, dan lain-lain.

Nah, kembali ke Rahasia Vila Kuno.. yang membuat buku ini tak terlupakan adalah… saya merasa ‘wow’ mengikuti petualangan STOP sampai akhirnya Sporty memutuskan untuk menyelam ke sebuah desa yang sudah ditenggelamkan menjadi sebuah danau. Wow… saya membayangkan seru dan misteriusnya menyelam di antara bangunan-bangunan tua yang ditumbuhi lumut, menyelam keluar masuk bangunan melalui lubang-lubang jendelanya,  cuma menggunakan snorkel dan tanpa peralatan lainnya. Sungguh butuh nyali dan memuncratkan adrenalin jika benar-benar harus melakukannya di kehidupan nyata. Kita tidak tahu apa yang menanti kita di kegelapan danau. Mungkin ular? (Haish, saya ngeri sekali sama binatang ini). Atau kaki tersangkut tanaman liar yang tadinya tidak terlihat oleh kita di kegelapan air danau?

Entahlah, saya sendiri mungkin tidak mau melakukan yang dilakukan oleh Sporty tadi. Tapi kalau cuma baca, ya seru lah merasakan sensasi yang timbul akibat deskripsi si penulis dan imajinasi yang muncul di benak kita.

Membaca serial STOP, memang bagai walking down the memory lane. Saking sukanya sama serial ini, saya sampai membuat grup serupa dengan tiga sahabat saya yang memang laki-laki semua. Bedanya, Petra si anggota perempuan memiliki anjing sedangkan saya tidak. Hewan peliharaan saya adalah kucing :). Kami juga tidak mengusut kasus kejahatan, kami hanya bertualang menyusuri sungai-sungai dan hutan-hutan yang ada di kota kami. Inilah bacaan yang membawa saya ‘berjalan menyusuri jalan kenangan’. Bagaimana denganmu?

Advertisements

One thought on “Menyusuri Kenangan Lama bersama STOP

  1. Pingback: Salut, Tantangan Keren di Tahun 2014 | makanbuku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s