Review Buku

Sejarah Facebook: Buku vs Film

fbJudul Buku: The Accidental Billionaires
Penulis: Ben Mezrich
Penerbit: Qanita
Cetakan, Tahun Terbit: I, November 2010
Jumlah Halaman: 337 halaman

Buku ini merupakan cerita sejarah kelahiran Facebook dan perjalanannya hingga menjadi media sosial yang mendunia. Film box officeThe Social Network” pun diangkat dari buku ini. Menurut penuturan teman saya, film tersebut sangatlah subjektif dan tidak bisa dijadikan rujukan mengenai sepak terjang Facebook. Lalu bagaimana dengan bukunya?

Menurut pendapat saya, Ben Mezrich telah benar-benar berusaha untuk menuliskan sejarah Facebook di sini seobjektif mungkin. Sebelum menulis buku ini, ia telah melakukan penelitian di antaranya dengan lusinan wawancara, ratusan sumber, dan ribuan dokumen, termauk catatan dari beberapa pengadilan. Selanjutnya, menurut penuturannya, ia berusaha untuk menjaga kronologi semirip mungkin dengan kenyataan.

Ketika teman saya menyatakan bahwa film “The Social Network” merupakan film yang sangat subjektif, saya bertanya-tanya kiranya dari sudut pandang tokoh siapakah film tersebut dibuat? Yah, saya agak blank kalau harus membandingkan “The Accidental Billionaires” dengan filmnya karena saya sendiri belum nonton. Biar nggak terlalu buta, saya browsing dulu tentang film “The Social Network” dari berbagai sumber di internet. Informasi paling lengkap dengan gambaran paling jelas tentang plot film saya peroleh dari Wikipedia. Dari sumber-sumber yang lain, intinya tidak jauh berbeda dengan apa yang saya baca di Wikipedia. Dari situ, saya menemukan beberapa perbedaan signifikan antara film dengan buku:

– Erica Albright dan Facemash

  • Film (Wiki): disebutkan bahwa Erica Albright adalah pacar Mark Zuckerberg yang kemudian mencampakkannya sehingga Mark mengalihkan rasa kesalnya dengan membuat Facemash.
  • Buku : Mark adalah lajang. Ketika akan membuat Facemash, Mark memang sedang dalam keadaan frustasi karena suatu hubungan sosial tapi kita tidak tahu apa dan dengan siapa. Nama Erica Albright tidak disebut sekalipun di dalam buku.

-Penutupan Facemash dan Mark dihukum

  • Film (Wiki): Pengunjung Facemash yang luar biasa membuat jaringan komputer Harvard crash dan Mark diberikan hukuman percobaan oleh kampus karenanya.
  • Buku: Hanya 2 jam setelah Facemash diluncurkan, pengunjung yang sangat massif membuat komputer Mark hank. Wajar, karena Mark memanfaatkan komputernya menjadi server dan kapasitasnya tidak mencukupi untuk pengunjung semassif itu. Mark segera menutup situs Facemash, namun berita tentang Facemash booming di kampus. Mark diberi hukuman percobaan oleh kampus karena telah meretas (hacking) sistem data di kampus untuk mengumpulkan foto-foto yang ia pakai sebagai database Facemash.

– Mark dan Sean Parker

  • Film (Wiki): Mark dan Eduardo Saverin bertemu Sean Parker dengan bantuan Christy Lee. Mark dan Eduardo mempresentasikan Thefacebook dan berhasil membuat Sean Parker tertarik.
  • Buku: Sean Parker lah yang tertarik dengan Thefacebook dan berusaha menemui Mark dan Eduardo.

– Mark di Palo Alto, Eduardo di New York

  • Film (Wiki): Mark tinggal di Palo Alto atas saran Sean Parker. Lalu setelah Sean berjanji akan membuat Thefacebook terkenal ke dua benua, Mark mengundangnya tinggal bersama. Sementara Eduardo tinggal di New York untuk mengembangkan bisnis.
  • Buku: Mark tinggal di Palo Alto, Eduardo di New York.. Keduanya mengambil keputusan tersebut adalah atas kehendak sendiri dan mereka tidak saling bertukar kabar dengan Sean Parker sejak pertemuan pertamanya. Pertemuan Mark dan Sean Parker di Palo Alto adalah suatu kebetulan yang tidak direncanakan. Mark dengan senang hati menawari Sean yang tidak punya tempat tinggal untuk tinggal bersama ia dan teman-temannya sesama programmer.

Itu baru beberapa yang bisa saya tulis berdasar mood saya dan menurut saya memiliki perbedaan yang signifikan. Ada lagi sebenarnya perintilan-perintilan lain yang berbeda. Kemudian patut diingat bahwa saya sendiri belum nonton film “The Social Network”, saya menulis ini hanya berdasar review film yang saya baca di internet. Hanya dengan membaca alur cerita pada review saja saya sudah menemukan sekian perbedaan signifikan, apalagi nanti kalau sudah nonton beneran ya? Yah begitulah, kalau buku diangkat menjadi film… seringkali hasilnya sangat jauh dari kata memuaskan. Para kritikus film pun menyebut film “The Social Network” sebagai film yang tidak akurat.

Kembali ke buku… setelah membaca buku ini, hmm.. saya semakin menyadari realita kehidupan sosial di negara adidaya itu. Kehidupan bebasnya, fokus interaksi sosialnya, gaya berbisnisnya.. Budaya yang agaknya tidak cocok dengan adat ketimuran. Walaupun demikian, dari sini kita bisa belajar agar tidak mengalami gegar budaya ketika harus berinteraksi dengan orang-orang dari negara barat. Bukan dengan cara mengikuti budaya mereka, namun lebih siap dengan apa yang akan kita lihat/temui. Kita bisa lebih mempersiapkan diri dan bijak menghadapi berbagai perbedaan.

Advertisements

2 thoughts on “Sejarah Facebook: Buku vs Film

  1. Pingback: 2014 yang Bersejarah | makanbuku

  2. Pingback: Salut, Tantangan Keren di Tahun 2014 | makanbuku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s