Review Buku

Menjelajahi Tempat-Tempat Bersejarah dalam Hadits

IMG_20141229_075411Judul Buku : Atlas Hadits
Penulis: Dr. Syauqi Abu Khalil
Penerbit: Almahira
Cetakan , Tahun Terbit: III, November 2009
Jumlah Halaman: 382 halaman

Muslim mana yang nggak ingin ke Arab, paling nggak buat menunaikan ibadah haji dan umroh lah.. Bagi saya sendiri, saya selalu terlarut jika membaca/mendengar kisah-kisah para nabi dan rasul, umat-umat terdahulu, juga para pendahulunya umat ini. Dari berbagai kisah tersebut, tak jarang disebutkan nama berbagai tempat. Bukan cuma tentang kisah terdahulu, tapi juga tempat-tempat yang menjadi penunjuk peristiwa-peristiwa yang akan datang. Nah, kalau sudah begitu, penasaran jadinya “Di mana kiranya letak tempat-tempat tersebut? Coba kalau bisa ke sana ya..”

Kebanyakan tempat yang disebutkan biasanya memang di jazirah Arab (bukan cuma Arab Saudi), tapi tidak terbatas di jazirah Arab. Nama-nama tempat yang saya maksud tadi adalah tempat-tempat yang disebut-sebut dalam rujukan terpercaya umat Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadits (shahih/hasan).

Alhamdulillah, ada juga yang berinisiatif untuk menunjukkan letak-letak berbagai tempat di atas di dalam peta. Dialah Dr. Syauqi Abu Khalil yang telah sukses juga dengan karya sebelumnya, yaitu Atlas Al-Qur’an yang menjadi Best Seller. Melanjutkan kesuskesan karya tersebut, penulis pun merilis pula Atlas Hadits yang kita bicarakan dalam review ini. InsyaaAllaah.

Membaca Atlas Hadits jelas menambah pengetahuan saya tentang berbagai tempat yang familiar kita dengar ketika mendalami agama. Sebut saja Badar, Hudaibiyah, Betlehem, tempat pertemuan antara Nabi Musa dengan Nabi Khidzir, Uhud, Gua Tsur, Baitul Maqdis, Babilonia, sungai yang diseberangi Thalut dan tentaranya, dan masih banyak lagi. Selain itu, saya juga menemukan tempat-tempat baru yang belum pernah dengar seperti Zhafar, As-Sunuh, Darul Qadha’, al-Jauf, dan lain-lain. Wajar saja, karena saya hanyalah orang awam yang tidak mendalami secara khusus ilmu hadits sehingga pengetahuan saya tentang berbagai tempat dalam hadits juga terbatas.

Dari berbagai tempat yang dipaparkan, saya terkesan dengan pemaparan kota Elia. Elia merupakan kota suci yang mulia, kiblat pertamanya kaum muslimin. Yup, kota Elia sering dikenal sebagai Baitul Maqdis. Di dalamnya terdapat Masjidil Aqsha, masjid yang boleh dikunjungi secara khusus selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Masjidil Aqsha yang sebelumnya dikuasai oleh kaum Yahudi yang sewenang-wenang, berhasil direbut oleh tentara Islam pada masa Khalifah Umar bin Khaththab pada tahun 15 H. Penaklukan kota Elia oleh umat Islam ini membuahkan sebuah jaminan dari khalifah Umar sebagai berikut (Atlas Hadits, halaman 54):

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Jaminan keamanan ini diberikan oleh hamba Allah, pemimpin umat muslim, Umar bin Khaththab kepada penduduk Elia. Umar menjamin keamanan bagi setiap jiwa, harta, gereja, salib, kaum lemah, kaum merdeka, dan semua agama yang ada. Gereja-gereja tidak akan dihuni maupun dirusak, dikurangi, atau dipindahkan, demikian pula dengan salib dan harta-harta mereka. Mereka tidak akan dibenci atau diancam karena agama. Tidak ada satu orang Yahudi pun yag akan tinggal bersama mereka di Elia.

Pemberian jaminan itu disaksikan oleh Khalid bin Walid, Amr bin Ash, Abdurrahman bin Auf, dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Ditulis dan diberlakukan tahun 15 H.

Jaminan Khalifah Umar

Secara fisik, buku Atlas Hadits ini bisa digolongkan dalam buku koleksi lux. Buku setebal 382 halaman ini memiliki halaman-halaman isi full color menggunakan jenis kertas art paper. Wah, sudah kebayang lux-nya buku ini dilihat dari jenis kertas isinya! Content bukunya sendiri menambah kualitas lux-nya buku ini, dari isi/pembahasan, ketajaman grafis, warna, hingga desain dan layoutnya. Penampilan isi ini dikemas dalam sampul hard cover dengan tambahan sampul lepas berbahan art paper yang di-laminating doff serta judul timbul warna emas.

IMG_20141229_075103

Penjelasan tempat disertai foto satelit, peta, foto tempat-tempat khusus, dan keterangan perawi.

Buku yang unggul dengan kualitas grafisnya ini menunjukkan lokasi-lokasi tempat yang pernah disebutkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-haditsnya. Di setiap halaman, penulis mengungkap lokasi-lokasi tersebut melalui peta dan dilengkapi dengan foto satelit serta foto tempat-tempat khusus di lokasi terkait. Pada setiap pembahasan lokasi, penulis menyertakan keterangan siapa saja perawi yang meriwayatkan hadits tentang lokasi tersebut. Penyebutan nama perawi didesain secara cerdik ke dalam tabel-tabel berwarna membuat desain menjadi konsisten di setiap halaman dan mudah dipahami. Tak lupa penulis memberikan penjelasan singkat tentang tempat yang sedang dibahas. Penjelasan ini dapat berupa hakekat tempat tersebut, kondisi geografis, atau peristiwa yang mengiringi penyebutan tempat tersebut.

Secara umum, buku ini cukup komprehensif dan mudah digunakan. Apalagi di awal buku ini, disertakan tata cara pemakaian buku untuk memudahkan kita dalam membaca dan memahami. Pembahasan menjadi semakin komplit dengan disertakannya biografi singkat enam imam perawi hadits (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah) dilengkapi dengan peta perjalanan mereka dalam menuntut ilmu dan mencari hadits. Bagi saya pribadi, satu hal yang kurang dari buku ini adalah tidak disebutkannya teks hadits yang menyebutkan setiap tempat yang dibahas dalam buku ini. Hal ini membuat rasa ingin tahu saya belum terpenuhi dengan tuntas. Saya ingin ada setidaknya satu hadits disebutkan dalam setiap pembahasan tempat. Walaupun demikian, saya memaklumi ketiadaan tersebut yang mungkin didasari agar buku ini tidak menjadi terlalu tebal dan agar desain tetap konsisten di setiap halamannya.

Biografi singkat Imam Muslim dan Abu Dawud disertai peta perjalanan mereka dalam mencari ilmu.

Biografi singkat Imam Muslim dan Abu Dawud disertai peta perjalanan mereka dalam mencari ilmu.

Akhir kata, buku ini sangat layak dimiliki sebagai koleksi dan menambah pengetahuan tentang berbagai tempat yang disebutkan dalam hadits. Mengobati rasa penasaran tentang tempat-tempat yang pernah diketahui, serta menambah daftar tempat baru yang belum pernah dipelajari.  Penjelasan yang singkat dari setiap tempat seringkali memicu keinginan untuk menggali lebih dalam tentang tempat yang dibahas. Dengannya, kita dapat merenungi kembali sejarah, mengambil pelajaran dari para pendahulu kita, dan waspada dengan peringatan-peringatan untuk kejadian yang akan datang. Alhasil, pelajaran-pelajaran tersebut hendaknya mendorong kita untuk semakin tawadu’, menambah ketaatan, semakin semangat untuk berbuat baik, berusaha memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik dan dekat kepada Sang Pencipta.

history-reading-challenge-2014_zps6c378035

Advertisements

3 thoughts on “Menjelajahi Tempat-Tempat Bersejarah dalam Hadits

  1. Pingback: 2014 yang Bersejarah | makanbuku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s