Reading Challenge

2014 yang Bersejarah

Tahun 2014 merupakan tahun kebangkitan saya dalam berbagai hal, termasuk membaca buku. Demikianlah, karena pada tahun-tahun sebelumnya, saya sampai kesulitan mencari celah untuk membaca buku. Target Goodreads Reading Challenge yang hanya 12 buku saja tidak bisa dicapai, how poor! Maka untuk mendesak diri saya agar harus membaca, saya mengikuti beberapa reading challenge. Salah satu tantangan yang saya pilih adalah History Reading Challenge yang diselenggarakan oleh mbak Fanda. Saya pilih tantangan ini karena di antara timbunan buku pribadi dan banyak titipan buku di rumah yang bergenre sejarah. Selain itu, kalau bukan untuk ujian mata pelajaran sejarah, saya suka membaca buku sejarah. Untuk itu, saya nekat memilih kelas tertinggi untuk tantangan tersebut, yaitu Historian. Syarat untuk sah menjadi Historian dalam tantangan ini adalah dengan membaca dan mereview minimal 7 buku bergenre sejarah. Real history book, non fiction. OK. Untuk itu, di awal tantangan, saya berencana membaca buku-buku berikut ini:

  1. Maria van Engels, Menantu Habib Kwitang by Alwi Shihab
  2. Perang Aceh by Paul van ‘T Veer
  3. The Portable Abraham Lincoln (edited) by Andrew Delbanon
  4. Eastern Christianity: The Byzantine Tradition by Lawrence Cross
  5. Operasi Udara di Timor Timur by Hendro Subroto
  6. Islam Andalusia by Ahmad Thomson & Muhammad ‘Ata’ur Rahim
  7. Soeharto: The Life and Legacy of Indonesia’s Second President by Retnowati Abdugani

Nyatanya, buku-buku sejarah yang berhasil saya selesaikan antara lain sebagai berikut:

  1. Maria van Engels, Menantu Habib Kwitang by Alwi Shihab
  2. Napak Tilas Sejarah dan Peninggalan di Kota Salatiga by Eddy Supangkat
  3. The Accidental Bilionaries by Ben Mezrich (tidak masuk linky)
  4. U-Boot Waffe, Kapal Selam Jerman Perang Dunia II by Gordon Williamson
  5. Atlas Hadits by Syauqi Abu Khalil

Pas tanggal 31 Desember 2014, saya sedang separo baca buku Kisah Shahih Para Nabi (Shahih Qishashul Anbiya’) by Ibnu Katsir. Jadi total buku sejarah yang tuntas saya baca adalah 5 buku. Kurang 2 buku dari yang ditargetkan. It’s OK. Saya menikmati tantangan ini, meski tidak tuntas dan tentu saja jangan berharap jadi pemenang. Dengan usainya tantangan ini, bukan berarti saya akan berhenti membaca buku-buku sejarah. Sebaliknya, sangat mungkin akan muncul kembali review buku-buku sejarah yang lain. Nantikan saja, dan terima kasih untuk mbak Fanda atas tantangannya di tahun 2014. :)

Advertisements

One thought on “2014 yang Bersejarah

  1. Pingback: Salut, Tantangan Keren di Tahun 2014 | makanbuku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s