Al Ushul min 'Ilmil Ushul / Kajian Kitab

Apakah Ilmumu Benar-Benar Ilmu?

ushul min 'ilmil ushulJudul Kitab: Al Ushul min ‘Ilmil Ushul
Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin
Live Streaming: 10 April 2015
Topik: ‘Ilmu
Pengkaji: Ustadz Hasan al-Jaizy

[Pertemuan #8]

‘Ilmu adalah mendapatkan/mengetahui tentang sesuatu sebagaimana ia apa adanya dengan pengetahuan yang pasti (tidak ada keraguan di dalamnya).

Jadi, kalau tahu tapi belum yaqin berarti belum bisa disebut ilmu. Adapun jika kita mengetahui sesuatu dengan yaqin, maka hal tersebut dapat disebut ilmu jika pengetahuan tersebut memang sesuai kenyataan. Dengan demikian, syarat dari ilmu ada dua yaitu:

  • Pengetahuan tersebut adalah benar sesuai kenyataan
  • Pengetahuan tersebut diketahui dengan yaqin / tidak ragu-ragu.

Pembahasan Tentang Mengetahui Sesuatu

Mengetahui sesuatu: tidak termasuk di dalamnya ‘sama sekali tidak tahu’. Sama sekali tidak tahu disebut sebagai jahl basith (kebodohan yang ringan).

Contoh:

  • Tanya: Kapankah Perang Badr?
  • Jawab: Saya tidak tahu.
  • Jawaban tersebut dikatakan karena dia memang benar-benar tidak tahu. Dia mengetahui bahwasanya dia tidak tahu. Maka hal ini disebut sebagai jahil basith.

Mengetahui sesuatu: tidak termasuk di dalamnya ‘pengetahuan yang berbeda dengan kenyataan’. Hal ini disebut sebagai jahl murokkat (kebodohan yang berlipat).

Terkadang, jahl murokkat dapat menjadi sesuatu yang dimaafkan. Misalnya adalah dalam kasus ijtihad setelah usaha yang sungguh-sungguh.

Contoh jahl murokkat yang dimaafkan:

  • Seseorang ingin menjual kecoa di pasar Cilangkap. Berdasarkan pengetahuan orang tersebut, setelah meneliti dalil-dalil dan bertanya-tanya kepada orang yang menurutnya tahu, ia menyimpulkan bahwa menjual kecoa adalah sesuatu yang mubah.
  • Pada kenyataannya, hal ini sesungguhnya adalah haram karena berarti dia sengaja menjual sesuatu yang tidak bermanfaat. (Syarat jual beli: menjual barang yang bermanfaat).
  • Karena sebelum mengeluarkan hukum dia telah berusaha sungguh-sungguh: meneliti dan bertanya.

Contoh lain dari jahl murokkat:

  •  Tanya: Kapankah Perang Badr?
  • Jawab: Pada tahun ke 3 Hijriyah.
  • Jawaban di atas adalah jawaban yang salah, karena pada kenyataannya Perang Badr terjadi pada tahun ke 2 Hijriyah. Dengan demikian, hal ini juga termasuk jahl murokkat. Apakah jahl murokkat ini dimaafkan?
  • Ya, jahl murokkat ini dimaafkan jika dia menjawab seperti itu karena ilmu yang dia terima dari gurunya adalah demikian. Dia melakukan kesalahan setelah berusaha menempuh jalan yang benar.
  • Tidak, jahl murokkat ini tidak dimaafkan jika pada asalnya dia tidak mengetahui dengan pasti tapi kemudian ia mengeluarkan jawaban tersebut.

Dugaan:
jika dugaan ini lebih condong kepada yang benar, maka disebut zhon.
jika dugaan ini lebih condong kepada yang salah, maka disebut wahm.
jika dugaan ini memiliki kemungkinan salah/benar yang berimbang, maka disebut syak.

Dengan demikian, kita memiliki beberapa istilah yang menunjukkan tingkatan pengetahuan yaitu:

  • ‘Ilmu : jika diketahui dengan yaqin dan pasti benar (100%).
  • Zhon : masih memiliki keraguan terhadap pengetahuan yang dimiliki, namun dalil-dalil yang menunjukkan kebenaran pengetahuan tersebut lebih kuat (75%).
  • Syak : masih memiliki keraguan terhadap pengetahuan yang dimiliki, namun dalil-dalil yang menunjukkan kebenaran pengetahuan tersebut sama kuat dengan dalil yang menyalahkan pengetahuan tersebut (50%).
  • Wahm : masih memiliki keraguan terhadap pengetahuan yang dimiliki, namun dalil-dalil yang menunjukkan kebenaran pengetahuan tersebut lebih lemah (25%).
  • Jahl Basith : mengetahui bahwa ia tidak memiliki pengetahuan tentangnya (0%)
  • Jahl Murokkat : dia tidak mengetahui bahwa sebenarnya ia tidak tahu (minus).

Ilmu terdiri atas dua macam, yaitu:

  • Ilmu dharuri, yaitu pengetahuan tentang sesuatu secara pasti tanpa memerlukan penelitian. Ilmu ini adalah ilmu yang darurat diketahui oleh manusia. Contoh: pengetahuan bahwa api panas, langit di atas, bumi di bawah, Muhammad adalah Rasulullah.
  • Ilmu nazhori, yaitu pengetahuan yang memerlukan penelitian dan pendalilan. Ilmu ini adalah ilmu dengan tinjauan dan pendalaman. Contoh: pengetahuan tentang wajibnya niat sebelum melakukan amalan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s