Reader's Stuff

Peresensi Buku, Para Pembawa Perubahan di Tengah Perbedaan

ID-100207241

Berbeda? Siapa Takut! (Sumber Gambar: freedigitalphotos.net)

Tema kontes blog yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) tahun ini sungguh menggelitik saya: “Berkarya untuk Perubahan Dalam Perbedaan.” Saya menyoroti tiga komponen utama dari tema ini, yaitu berkarya, perubahan, dan perbedaan. Ketiga komponen tersebut, saya pikir, sungguh sesuai dengan tema blog ini, yaitu buku.

Suka membaca buku saja sudah membuat seseorang berbeda dengan orang kebanyakan. Terlebih, dengan membuat review dari setiap buku yang dibaca, tentu membuat orang tersebut lebih berbeda dari yang sudah berbeda. Lalu, mengapa saya melakukannya? #Perbedaan

ID-10088138

Berbeda? Siapa Takut! (Sumber Gambar: freedigitalphotos.net)

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memberikan perubahan yang baik dalam banyak hal. Bagi saya, membaca buku-buku yang bermanfaat minimal merupakan sebuah upaya untuk membuat diri saya menjadi lebih baik. Dari yang mulanya tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dari serampangan menjadi teratur dan efisien. #Perubahan

Semua manfaat di atas, yang membawa saya kepada perubahan yang lebih baik, ternyata menciptakan sebuah rasa kecanduan. Pada satu titik, candu tadi tidak dapat dipenuhi lagi dengan aktivitas membaca saja, sehingga saya meningkatkan dopping dengan mulai menuliskan review/resensi atas buku-buku yang saya baca. #Berkarya

Sebagian orang berpikir bahwa meresensi buku adalah hal yang merepotkan dan hanya akan menguntungkan pihak penerbit, toko buku, serta sang penulis buku. Kita seringkali lupa bahwa resensi buku pun bermanfaat untuk calon pembaca buku dan juga sang peresensi sendiri.

Sebagaimana gadget dan produk-produk lain, seorang calon pembeli tidaklah ingin membeli kucing di dalam karung. Seorang pembeli tidak ingin membeli barang yang tidak berkualitas dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, sebelum membeli suatu produk, pembeli yang cerdas akan meneliti produk yang hendak dibeli dari berbagai informasi. Adapun, salah satu sumber informasi yang dapat sangat mempengaruhi calon pembeli adalah review dari produk tersebut.

Demikian pula dengan buku, resensi buku akan memberikan gambaran yang jelas bagi calon pembaca sehingga dapat menimbang kualitas buku dan kesesuaian isi buku dengan kebutuhannya. Tanpa resensi buku, calon pembaca hanya dapat menelan mentah-mentah promosi dari penerbit, toko buku, sampul belakang buku, dan penulis sendiri. Dilihat dari sudut pandang ini, peresensi buku turut memberikan andil dalam membentuk dan mendukung konsumen yang cerdas. #Perubahan

Selain itu, seorang peresensi buku (yang memublikasikan karyanya) sangat berpotensi dapat mengubah mindset seseorang yang jauh dari dunia buku menjadi tertarik dengan aktivitas yang satu ini. Di era internet seperti ini, mayoritas netizen lebih suka mencari informasi melalui mesin pencari daripada memperkaya wawasan dengan membaca buku. Oleh karena itu, keberadaan para peresensi buku dengan publikasi karya-karya resensinya di media online menjadi penting, sebagai perantara netizen yang kecanduan mesin pencari dengan dunia buku. Tidak sedikit, di antara resensi-resensi tersebut, yang akhirnya menggelitik hati para netizen untuk menggali lebih dalam buku yang diresensi dengan membeli dan atau membacanya. Di sini, peresensi buku menjadi turut berperan dalam mengubah masyarakat yang abai terhadap buku menjadi tertarik pada buku. #Perubahan

ID-10088261

Berbeda? Siapa Takut! (Sumber Gambar: freedigitalphotos.net)

Bagi peresensi buku sendiri, meresensi buku pun sangat bermanfaat untuk mengasah berbagai kemampuan. Di antaranya kemampuan menganalisis, membandingkan, mengeluarkan pendapat, dan tentu saja (sebagaimana KEB) menulis. Karya resensi yang dikerjakan secara serius menjadi karya yang tidak bisa dipandang sebelah mata, dan dapat meningkatkan kualitas diri sang penulis resensi. #Berkarya

Nah, berbicara tentang perubahan, mengubah kebiasaan yang telah mengakar tentu bukanlah pekerjaan yang mudah. Demikian juga, mengubah kebiasaan umum dari masyarakat enggan-membaca menjadi masyarakat suka-membaca bukanlah sebuah visi yang main-main. Visi tersebut tentu akan lebih mudah tercapai jika dilakukan bersama-sama dengan cara yang menyenangkan serta terorganisasi dengan baik. Untuk itulah, saya merasa sangat bersyukur karena telah menemukan sebuah komunitas yang menyebarkan ‘virus’ ngeblog dan meresensi buku, yaitu Komunitas Blogger Buku Indonesia (BBI). Komunitas ini, melalui kegiatan-kegiatan dan tantangan-tantangan yang diselenggarakan oleh para anggotanya, telah melecut diri saya untuk terus membaca buku dan memastikan saya untuk terus menulis. Perbedaan-perbedaan yang ada di antara kami (dari suku, agama, ras, hingga genre buku favorit), tidaklah menyurutkan langkah kami untuk menyukseskan setiap kegiatan dan tantangan yang ada. Di sini, kami saling melengkapi dan menjadi perekomendasi referensi yang mudah dicari untuk setiap bidang. Dengan mengikuti event-event yang diselenggarakan oleh BBI maupun para anggotanya, aktivitas menulis serta publikasi resensi buku senantiasa terjaga dan berkesinamungan. Bonusnya, aktivitas yang seringkali mengusung tema-tema tertentu tadi dilakukan secara terjadwal dan tentunya bersama-sama dengan para anggota BBI yang lain. Dengan demikian, efek resensi buku yang kami lakukan dapat menjadi ‘viral’ sehingga efek-efek perubahan yang telah disebutkan di atas terasa lebih nyata. #Perubahan #Berkarya #Perbedaan

Demikianlah, seorang/komunitas pembaca buku (apalagi peresensi buku) adalah individu/komunitas yang masih langka dan berbeda dari kebanyakan orang/komunitas. Para anggota dari komunitas ini pun berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, dengan misi yang berbeda-beda pula. Walaupun demikian, hal tersebut tidaklah menghalangi para anggota untuk bersatu dalam menghasilkan karya yang bersinergi dalam memberikan perubahan positif bagi diri sendiri dan masyarakat. #Perbedaan #Berkarya #Perubahan

ID-100264044

Berbeda? Siapa Takut! (Sumber Gambar: freedigitalphotos.net)

Terima kasih Kumpulan Emak Blogger yang telah menyelenggarakan event menulis dengan tema ini, sehingga mendorong saya untuk menulis tentang para pembaca dan peresensi buku. Semoga artikel yang sederhana ini dapat membuat kami, para peresensi buku, semakin menyadari perubahan yang dapat dilakukan melalui aktivitas meresensi. Semoga dengannya, membuat kami tak pernah lemah keinginan terhadap buku yang bermanfaat dan juga terus berkarya. Terakhir, semoga ‘virus’ membaca semakin menular di masyarakat dan dapat mengantar kita ke perubahan lain yang lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s