Review Buku

Berkuda dan Memanah: Sunahkah?

Inilah buku baru saya yang pertama di tahun ini, dan merupakan hadiah quiz dari mbak Malda, pemilik toko buku Ummipedia. Alhamdulillah, Allah Maha Tahu apa yang paling dibutuhkan oleh para hamba-Nya. Dengan jalan quiz ini, Allah rizkikan buku ini kepada saya. “JADILAH YANG PERTAMA MEMILIKINYA… karena ini buku2 baruuu banget ^^ ,” tutur sang penjual ketika membuka quiznya di permulaan tahun 2016.

Beberapa tahun terakhir ini, di Depok, banyak sekolah yang membuka ekstrakurikuler memanah. Bukan itu saja, dibuka juga beberapa tempat olahraga dan kursus memanah serta berkuda. Praktis, tempat-tempat ini diincar oleh para keluarga muslim yang biasanya jarang keluar rumah. Pasalnya, yang banyak dipahami, berkuda dan memanah merupakan beberapa cabang olah raga yang dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits. Demikian pula yang saya pahami. Saya pun berkata kepada suami “Mau kursus memanah, Yah?”

“Kenapa?” tanya suami.

“Salah satu olahraga yang dianjurkan nabi kan?” jawab saya.

“Memangnya, hadits tentang memanah dan berkuda shahih?” selidik suami saya.

Lha, memangnya nggak shahih?”saya bertanya balik.

“Setahuku, hadits tersebut dhaif,” suami saya menutup diskusi.

Saya tercenung, berpikir, dan berusaha mengingat-ingat. Seingat saya, saya pernah membaca hadits tersebut di majalah Islam. Walaupun demikian, saya memang lalai untuk mengingat derajat hadits (apalagi menghafalnya >.<). Entah mengapa, mungkin dari penjelasan yang diberikan, saya meyakini bahwa hadits tersebut dapat diamalkan. Namun setelah diskusi dengan suami saya tadi, saya pun gamang. Apa iya berkuda dan memanah memang dianjurkan oleh nabi? Bagaimana derajat hadits tentang berkuda dan memanah?

Wa rizqi minallah, buku ini saya terima dalam bungkusan rapi, dikirim ke rumah saya. Penuh semangat, saya baca buku ini dan melihat tahqiq setiap hadits yang disampaikan. Satu per satu hadits saya baca, dan tahqiqnya adalah dhaif, dhaif, lemah sekali, maudhu’, dhaif, dan dhaif. Hingga terbacalah oleh saya sebuah hadits, dan derajatnya adalah.. shahih! MasyaAllah…. Terjawablah sudah.

Kesimpulannya, terdapat banyak hadits yang menyebutkan tentang olahraga memanah dan berkuda, yang mana sebagian besarnya berderajat lemah (dhaif). Walaupun demikian, ada juga hadits yang berderajat shahih, misalnya

“Segala sesuatu yang di dalamnya tidak ada dzikir (kepada Allah) merupakan kelalaian dan (perbuatan) sia-sia, kecuali (satu dari) empat hal, yaitu jalannya seseorang di antara tempat memanah, melatih kudanya, mengajari renang, dan candanya untuk keluarganya.”

Derajat hadits: Shahih. Hadits ini diriwayatkan oleh Nasa’i dalam ‘Isyratun Nisa’, 52, 53, 54; Thantani dalam Al-Kabir, 1785, dan Al-Ausath; dan diriwayatkan juga oleh AL-Bazzar. Al-Haitsami berkata dalam Majma’uz Zawa’id, VI: 269, “Para perawi Thabrani adalah periwayat yang shahih kecuali Abdul Wahhab bin Bukht, ia tsiqah.” Al-Albani menshahihkannya dengan beberapa penguatnya sebagaimana disebutkan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, 315. Hadits ini memiliki penguat dari hadits Uqbah bin Amir, yag diriwayatkan oleh Abu Dawud, 2496; Tirmidzi, 1688; Nasa’i, VI: 222-223; Ibnu Majah, 2811; Ahmad, IV: 144,146, dan 148; dan Ad-Darimi, II: 205.

Penjelasan kata:

  • Sia-sia: maksudnya tercela. Kelezatan yang tidak mengakibatkan siksa di akhirat maupun menyebabkan mendapatkan kelezatan di sana merupakan kebatilan. Karena, hal itu tidak ada manfaatnya, meskipun tidak ada bahayanya dan waktunya hanya sebentar.
  • Al-gharad (tempat memanah) adalah sasaran tempat memanah. Juga dapat diartikan berjalannya dirinya antara tempat memanah dan sasarannya dalam peperangan untuk mengumpulkan anak panah atau perang tanding.

(hal. 36-37)

Nah, terjawab sudah. Tidak perlu ragu lagi kini jika ingin berkuda atau memanah.

Selain memaparkan berbagai hadits tentang olahraga-olahraga yang diperbolehkan oleh Rasulullah — seperti berkuda, memanah, berenang, dan bermain tombak — buku ini juga dilengkapi dengan penjelasan manfaat berenang, berkuda, dan memanah secara medis. MasyaAllah, terngata sangat banyak manfaat yang bisa diperoleh dari berenang, berkuda, dan memanah.

Akhir kata, buku ini cocok Anda beli untuk memperkuat hujjah. Selain itu, bagi Anda yang memperoleh ujian dalam kesehatan fisik ataupun mental, ada baiknya untuk membeli buku ini. Barangkali, informasi-informasi di dalam buku ini dapat membukakan pintu solusi untuk permasalahan Anda.

indexJudul: Berenang, Memanah, dan Berkuda. Permainan Ketangkasan Kaum Beriman
Penulis: Imam as-Suyuthi
Penerbit: Zamzam, Solo
Tahun Terbit: Desember 2015
Jumlah halaman: 116

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s