Giveaway

Kisah di Balik Insiden Anjing

Ada insiden lucu yang saya alami terkait buku Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran. Pasalnya, buku tersebut bukanlah buku saya sendiri. Saya meminjamnya dari sahabat saya – Egha – yang kini tinggal di Palembang. Dia berkata bahwa saya harus membaca buku tersebut, karena menurutnya, karakter saya mirip dengan karakter sang tokoh utama.

insiden-anjing

Ini dia si Insiden Anjing

Alhasil, saya pun meminta sahabat saya untuk mengirimkan buku tersebut ke rumah saya. Saya mengirimkan alamat lengkap saya melalui aplikasi WhatsApp. Sayangnya, buku tersebut berada di rumah orang tuanya, di Jakarta. Tidak habis akal, teman saya meminta adiknya untuk mengirimkan buku tersebut ke alamat saya.

Selang berapa lama, buku yang dinanti tidak kunjung tiba. Menurut teman saya, adik semata wayangnya telah mengirimkan buku dimaksud menggunakan layanan JNE Reguler, apa JNE Express gitu… Saya agak lupa. Iya, JNE yang baru saja menyelenggarakan HARBOKIR (Hari Bebas Ongkos Kirim) tanggal 26-27 November 2016 lalu. (Info tentang HARBOKIR dalam rangka ultah JNE ke-26 bisa dilihat di sini).

Saya pun meminta nomor resi pengiriman dan mengeceknya di situs web JNE. Betapa terkejutnya saya, karena ternyata status paket sudah sempat diantar, tetapi dikembalikan lagi ke kantor pusat dengan alasan ‘nama penerima tidak dikenal’. Hal ini sangatlah mengherankan, karena saya tinggal di rumah sepanjang hari. Seingat saya, tidak pernah ada kurir JNE yang datang untuk mengantarkan paket tersebut.

Saya pun menelepon layanan pelanggan JNE dan mengadukan masalah saya. Setelah beberapa kali melakukan konfirmasi, termasuk mengecek ulang alamat pengiriman, pihak JNE pun berjanji untuk segera mengirimkan paket buku tadi ke alamat saya.

Keesokan paginya, kurir JNE telah tiba di depan rumah saya, mengantarkan paket yang saya nanti-nantikan. Sang kurir mengeluhkan sesuatu kepada saya, dan seketika saya melakukan aksi tepok jidat. Menurut sang kurir, beliau telah beberapa kali mengantarkan paket saya ke alamat yang tertera di paket, tapi selalu ditolak oleh penerima karena ‘nama penerima tidak dikenal’.

Pantas saja, saat saya baca, adik teman saya telah keliru menuliskan alamat. Alamat yang tertera cukup jauh dari alamat saya. Jadi, wajar saja jika penerima paket tidak mengenali nama saya. Bukan hanya itu, adik teman saya juga tidak mencantumkan nomor telepon/handphone yang bisa dihubungi, baik nomor saya maupun nomor beliau. *tepok jidat lagi*

:D Maafkan adik teman saya ya JNE! Terima kasih telah mau mengantarkan paket tersebut ke alamat saya, tanpa tambahan biaya, meski sudah berkali-kali disesatkan oleh alamat yang tercantum.

banner-ga-jne

Advertisements

One thought on “Kisah di Balik Insiden Anjing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s