Kajian Kitab / Qawa'idul Arba'

Syafaat dan Bagaimana Cara Memperolehnya di Hari Kiamat

Orang-orang musyrikin berkata “Kami tidak berdoa menghadapkan hati kami kepada mereka (Nabi, malaikat, orang-orang, dan yang selain itu – pent) kecuali untuk kedekatan kepada Allah (untuk meminta syafa’at)

— Kitab Qawaidul Arba’, Kaidah Kedua —

Kaum Musyrikin Mengira Bahwa Sesembahan Mereka Akan Menjadi Pemberi Syafaat Bagi Mereka di Sisi Allah

Syafaat (secara bahasa) berarti menjadikan sesuatu menjadi dua, bisa juga berarti genap. Adapun, secara istilah, syafaat berarti menjadikan perantara untuk mendapatkan manfaat atau menolak kemudharatan.

Contoh syafaat dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Contoh syafaat untuk memperoleh manfaat

Di sebuah kampus, terdapat seorang mahasiswa yang tidak mampu membayar kuliah. Dia membutuhkan keringanan dari pihak kampus. Oleh karena itu, dia datang ke seorang dosen senior. Diharapkan, dosen senior ini dapat berbicara kepada pihak kampus agar mahasiswa tersebut dapat memperoleh keringanan. Maka, sang dosen menulis surat kepada pihak kampus agar dapat diperoleh keringanan biaya.

Di sini, yang memberikan keringanan biaya sesungguhnya adalah pihak kampus. Adapun, sang dosen adalah pemberi syafaat yang membuat sang mahasiswa bisa memperoleh keringanan dari pihak kampus.

  1. Contoh syafaat untuk menolak mudharat

Di sebuah kampus, terdapat seorang mahasiswa yang akan di-drop out (DO). Dia pun menghubungi dosen senior agar beliau mau melobi pihak kampus sehingga sang mahasiswa tidak jadi di-DO. Oleh karena itu, sang dosen menuliskan surat yang menyebutkan kebaikan-kebaikan dan kesungguhan sang mahasiswa sehingga pihak kampus mau mempertahankan mahasiswa tersebut.

Dua contoh di atas merupakan contoh pemberian syafaat di dunia. Adapun di akhirat, Rasululllah shalallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan bahwa kelak — di Padang Mahsyar — manusia berduyun-duyun datang kepada para nabi agar bisa segera diperhitungkan amal-amal mereka karena mereka telah menunggu lama. Mereka datang kepada Nabi Adam, Ibrahim, Musa, hingga Nabi Muhammad. Selanjutnya, Allah mengizinkan Nabi Muhammad untuk  memberikan syafaat bagi umat manusia.

Macam-Macam Syafaat dan Cara Memperolehnya

Syafaat ada dua macam, yaitu:

  1. Syafaat manfiyah yaitu syafaat yang diminta kepada selain Allah, dalam perkara yang tidak dapat memberikannya selain Allah. Inilah syafaat yang tertolak.
  2. Syafaat mutsbatah, yaitu syafaat yang ada pada Allah.

Syarat memperoleh syafaat di sisi Allah ada 3:

  1. Allah ridha kepada yang memberi syafaat,
  2. Allah ridha kepada yang mendapat manfaat, dan
  3. Allah mengizinkan untuk pemberian syafaat.

Dengan demikian, terdapat perbedaan antara syafaat di sisi Allah dan syafaat di sisi makhluk:

  • Syafaat di sisi makhluk >> peminta syafaat meminta kepada orang yang bisa memberi syafaat, barulah si pemberi syafaat meminta kepada pihak yang memberi manfaat. Dalam kasus kampus tadi, mahasiswa meminta kepada dosen, dan dosen melobi pihak kampus.
  • Syafaat di sisi Allah >> para hamba harus langsung meminta kepada Allah sebagai pemberi manfaat. Selanjutnya, Allah memilih orang-orang yang diizinkannya sebegai syafi’ (pemberi syafaat) untuk memberikan syafaat kepada orang yang diridhai-Nya.
  1. Inilah pangkal kesyirikan manusia dalam hal syafaat, yaitu manusia tidak bisa membedakan syafaat di sisi makhluk dan syafaat di sisi Allah.

Jadi, untuk memperoleh syafaat di sisi Allah, kita meminta syafaat kepada Allah. Selanjutnya, Allah-lah yang akan memilih siapa yang akan memberikan syafaat kepada kita. Bisa dari nabi, malaikat, ataupun orang-orang shalih.

Syarat agar bisa memperoleh syafaat di hari kiamat:

  1. Benar-benar menjaga tauhid

Dari Abu Hurairah, dia bertanya “Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berbahagia dengan syafaatmu di hari kiamat?” Rasulullah menjawab “Yang paling berbahagia dengan syafaatku di hari kiamat nanti adalah orang yang mengucapkan ‘la ilaha illallah’ secara ikhlas dari hatinya.” (HR Bukhari)

  1. Memperbanyak membaca Alquran

“Bacalah Alquran karena Alquran akan datang di hari kiamat sebagai pembawa syafaat bagi para pembacanya.” (HR Muslim)

  1. Membaca doa setelah adzan

“Barang siapa membaca doa setelah azan ‘Allahumma robba hadzihid da’ wa…..’ maka dia akan mendapatkan syafaatku di hari kiamat nanti.” (HR Muslim)

  1. Membaca shalawat

“Yang paling berhak mendapatkan syafaatku di hari kiamat adalah yang paling banyak shalawatnya  kepadaku.” (HR Tirmidzi, hasan)

  1. Dishalatkan oleh banyak kaum muslimin

“Tidaklah seorang mayit yang dishalatkan oleh kaum mukminin hingga jumlah mereka mencapai 100 orang, melainkan diperkenankan syafaat mereka untuk si mayit.”

 

Kajian Kitab Qawaidul Arba’ oleh Ustadz Mandiri Bachrun

Pertemuan 005 https://archive.org/details/QawaidulArba005

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s